View Sidebar

Rahimah Muslihah

Don't ever use 'h' when you call me Ima, use it when you call me Rahimah. A dreamer and book freak at the same time. Really like writing, but a bad writer. Well, who cares anyway?
Dare to Say Hello to Your Friend(s)

Dare to Say Hello to Your Friend(s)

Siang ini saya memutuskan untuk sedikit merapihkan data yang ada di laptop. Berbagai folder pun saya buka satu persatu. Ternyata merapihkan data memang bukan hal yang mudah. Pada akhirnya, saya justru asik melihat berbagai data dengan berbagai kenangan itu satu per satu. Dan folder yang penuh dengan foto membuat saya tidak jadi merapihkan data. People said that time flies. And they’re right.

Mungkin terdengar sedikit melankolis dan berlebihan, tapi foto-foto saat saya masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA, ternyata sudah cukup lama. Begitu menyenangkan memperhatikan foto tersebut lalu mengingat ada kisah apa dibaliknya. Entah sudah beberapa kali saya tersenyum ketika mengingatnya. Awalnya, saya berniat untuk merapihkan data dengan menghapus beberapa foto. Namun setelah melihat foto-foto tersebut, niat itu pun saya batalkan. Biarlah foto-foto tersebut menjadi bukti dari berbagai kenangan yang masih saya simpan.

Beberapa minggu lalu saya asik berbincang dengan teman SD saya, namanya Zahra. Berawal dari kiriman undangan pernikahannya, obrolan kami di Whatsapp berlanjut dengan persiapan pernikahannya dan cerita-cerita saat kami SD.

Zahra termasuk teman dekat saya saat bersekolah di SDN Pajeleran 1. Kami sekelas dari kelas 4 hingga kelas 6. Saya dan Zahra cukup sering bersaing dalam peringkat, dalam beberapa pembagian rapot peringkat kami terus bertukar. Ah, saya dan Zahra sama-sama suka membaca. Dulu saya sering main ke rumahnya agar dapat membaca koleksi bukunya. Saya yang kesulitan mengoleksi buku bacaan saat SD dulu membuat saya betah lama-lama di rumah Zahra.

Dalam obrolan yang cukup panjang di Whatsapp itu, kami mencoba mengingat teman-teman saat SD dulu. Selain membantu Zahra untuk mengirim undangan pernikahannya, saya pun menjadi kembali mengingat teman-teman saya (I won’t calling them my old friends). Setelah menyebutkan beberapa nama, saya sadar ada begitu banyak teman yang sudah lama tidak saya tahu kabarnya. Ada yang hanya sekedar berteman di jejaring sosial, ada yang masih satu kompleks tapi bertahun-tahun tidak pernah bertemu, ada yang bahkan tidak saya tahu kabarnya sama sekali.

Agak miris saat mengetahui saya yang seperti itu. Like, I don’t even know where they are. Lanjut dimana, sekarang tinggal dimana. I don’t even know. Tidak hanya teman SD, saya pun menjadi ingat teman SMP dan SMA yang sebagian mengalami nasib sama seperti teman SD saya dalam ingatan ini. Bila ada kesempatan berkumpul dengan mereka, saya ingin kembali mengingat masa-masa dulu dan kemudian belajar bahwa bertanya kabar bukan hal yang harus membuatmu canggung.

People changes, but memories will keep in your mind and heart. Selagi masih bisa, nikmatilah dengan baik waktu yang ada bersama orang-orang disekililingmu. Karena kelak kamu akan begitu merindukannya. Like me. Right now.

Ah iya, kemarin Zahra kembali menghubungiku. Dia memberitahu ada beberapa teman SD yang akan hadir di pernikahannya. Bahagia mendengarnya namun sedikit iri karena ia punya kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman SD yang entah kapan terakhir bertemu. Setelah menyampaikan rasa iri, saya dan Zahra sama-sama berjanji untuk bertemu saat saya pulang ke Bogor nanti. I can’t wait!

PS: Selamat atas pernikahannya hari ini ya, Zahra! Semoga semua lancar, semoga bahagia selalu. Salam dari Ima yang kamu bilang gak pernah berubah dari SD. I’ll see you soon, Ra.

March 26, 20160 comments