View Sidebar

Rahimah Muslihah

Don't ever use 'h' when you call me Ima, use it when you call me Rahimah. A dreamer and book freak at the same time. Really like writing, but a bad writer. Well, who cares anyway?
Pengalaman ke Big Bad Wolf Jakarta 2017

Pengalaman ke Big Bad Wolf Jakarta 2017

Kemarin (20/4), saya pergi ke Big Bad Wolf (BBW) 2017 Jakarta di ICE BSD, Tangerang. Setelah mendaftar untuk menjadi member di website BBW dan mengirimkan email alamat website untuk blogger, saya mendapatkan dua tiket VIP (yang pada akhirnya tetap satu saja yang terpakai). Tiket VIP ini membuat saya bisa mengikuti preview sale BBW sebelum dibuka untuk umum hari ini (21/4).

Tahun ini menjadi kali kedua BBW diadakan di Jakarta. Selain Jakarta, BBW juga sempat diadakan satu kali di Surabaya. Kedua event BBW ini tidak ada yang bisa saya ikuti. Saat BBW pertama di Jakarta, saya tengah berada di Makassar dan ketika diadakan di Surabaya sudah jelas saya tidak bisa datang. Akhirnya cara untuk tetap bisa menikmatinya adalah melalui jasa titip dan teman yang tinggal di Surabaya. Untungnya beberapa buku yang saya inginkan bisa saya dapatkan melalui mereka. Jadilah BBW 2017 ini menjadi ajang balas dendam untuk saya mengikuti bazar buku ini.

Saya berangkat 07.30 WIB dengan kereta dari stasiun Bojong Gede. Turun di stasiun Tanah Abang dan ganti kereta arah Serpong kemudian turun di stasiun Rawa Buntu. Dari situ saya melanjutkan perjalanan ke ICE BSD menggunakan Uber dan tiba pukul 09.15 WIB. Pintu belum dibuka tapi antrian sudah cukup panjang. Setelah menunggu 15 menit lebih, akhirnya pintu pun dibuka dan preview sale BBW resmi dimulai.

Setelah mengambil troli, saya langsung menjelajahi empat hall ICE BSD yang menjadi lokasi BBW. Oh iya, jika tahun sebelumnya koleksi buku diurutkan berdasarkan abjad, tahun ini hanya dibagi sesuai genre saja. Saya pun berpindah-pindah mulai dari bagian general, literature, romance, hingga young adult. Setelah sedikit puas dibagian fiksi, saya pergi ke bagian non-fiksi. Buku soal film, bisnis, travel, self-help, dan design menjadi tujuan.

The books were really good. I can’t stand myself. BBW ini surga banget buat pecinta buku-buku impor. Oh iya, ada sih bagian buku bahasa Indonesia juga. Hanya saja pilihannya tidak seberagam buku impor. Penerbitnya pun hanya dari Gagas Media, Mizan dan anak-anaknya Mizan. Tapi kalo teliti kalian mungkin bisa mendapatkan novel yang seru dan bagus.

Hampir lima jam lebih saya mencari buku-buku yang akan dibawa pulang. Sambil sesekali (terpaksa) mengembalikan beberapa buku di tempatnya karena dana yang terbatas. Hiks. Total ada tujuh buku lokal, 12 buku impor, dan dua titipan buku yang dibawa pulang. Cukup puas dengan hasil tersebut. Satu hal yang disesali adalah buku di bagian children dan design yang tidak banyak bisa saya bawa pulang. Ya lagi-lagi soal dana sih.

Setelah puas menjelajah waktunya membayar. Di sinilah drama yang melelahkan dimulai. Mulai dari salah jalur antre karena alur yang tidak jelas, mengulang antrean dari awal dan di tengah-tengah dipotong, kelaparan dan batre handphone yang habis (kalau ini salah saya sendiri), hingga drama sulit dan lamanya membayar di BBW karena kasir yang agak lamban dan program pembayaran yang sering error. Saya antre sejak pukul 15.00 WIB dan baru membayar pukul 21.00 WIB. Such a great experience, huh?

Selesai melakukan pembayaran saya langsung pulang karena mengejar kereta. Untungnya saya masih bisa dapat dua kereta terakhir ke Tanah Abang dan kereta terakhir ke arah Bogor. Pukul 23.30 WIB saya tiba di rumah dengan rasa letih dan puas.

Belajar dari pengalaman BBW ini saya ingin memberikan beberapa tips bagi yang ingin mengunjungi BBW 2017 di ICE BSD agar tidak mengalami drama melelahkan seperti saya.

1. Datang di saat jam sepi
Masalahnya adalah, jam sepi BBW ini tidak bisa ditebak. Saya datang pagi pun pengunjung sudah banyak. Padahal baru preview sale loh, belum umum. Mungkin kalian bisa coba datang tengah malam dan pulang pagi hari. Ah iya, sebaiknya jangan datang sendiri. Biar bisa bergantian antre. Satu orang antre, satu orang cari buku, kemudian bergantian. Percayalah, jika melakukan hal tersebut tidak banyak waktu kalian yang terbuang. Ah iya, kalian bisa menggunakan jalur fast track dengan menukarkan 100 poin Mandiri Fiesta. Sayangnya penukaran poin hanya dibuka pada jam tertentu. Datang saja ke booth Mandiri untuk informasi tersebut. Lumayan, kalian bisa kembali menghemat waktu antre. Walaupun tetap lama karena ada banyak yang menggunakan failitas fast track tersebut.

2. Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman
Percayalah, hall BBW ini luas sekali dan kalian akan sangat tersiksa bila datang menggunakan heels atau sepatu flat yang bawahnya tipis. Sepatu sport serta kaos dengan bahan yang menyerap keringat adalah pilihan terbaik. Walupun hall BBW cukup besar, banyaknya pengunjung dan buku membuat keadaan di dalam bisa cukup sesak dan panas.

3. Bawa minum (dan makan)
Di dalam hall memang ada yang menjual makanan dan minuman. Sayang harganya cukup mahal dan tidak bisa transaksi pembayaran tunai. Jika ingin membeli di luar, jarak antara pintu keluar dan masuk cukup jauh dan tentu menjadi hal yang melelahkan untuk bolak-balik membeli minum atau makanan. Pilihan paling tepat adalah membawa bekal makan dan minum dari rumah saja. Selain murah, tidak ribet, kalian pun bisa hemat.

4. Small things that matter
Apa saja? Powerbank dan kursi lipat. Percayalah, kalian tidak akan sadar waktu yang dihabiskan di BBW dan ikut tidak sadar bahwa batre handphone kalian sudah habis. Lalu kursi lipat untuk apa? Ini akan terasa sekali manfaatnya saat antre. Setelah mengelilingi hall, kaki akan semakin sakit jika jongkok. Bisa sih langsung duduk saja di lantai jika berkenan bajunya kotor. Oh iya, bawa koper juga sangat disarankan, karena bisa saja kalian kehabisan keranjang/troli.

4. Sediakan uang tunai atau kartu selain BCA
Iya, kartu kredit BCA selalu kesulitan saat digunakan untuk membayar. Menurut crew BBW kartu yang bisa diterima adalah Mandiri dan kartu berlogo Mastercard/Visa kecuali BCA. Jadi buat yang menggunakan BCA mungkin bisa tarik tunai terlebih dahulu. Menggunakan Mandiri memang paling aman dan mudah, karena pembayaran dengan uang tunai tidak bisa lebih dari satu juta. Jadi kalau transaksi kalian lebih dari satu juta dan membayar tunai, maka mau tidak mau harus diselesaikan dengan beberapa kali transaksi. Ah iya, kasir di BBW ini memang agak lamban. Mungkin karena mereka memang tidak terbiasa dan kurang diberi pelatihan. Selain itu mereka juga kurang teliti. Beberapa kali mereka salah input harga dan terpaksa mengangkat papan support untuk meminta bantuan crew lain dan mengulang penghitungan dari awal.

5. Sabar
Ini sih intinya kalau mau pergi ke BBW dan pulang dengan rasa bahagia. Harus sabar mencari buku yang diinginkan, sabar melihat jasa titip yang mengambil banyak buku dan tidak mengembalikan lagi ke tempatnya, sabar dengan crew yang agak lamban, sabar dengan jalur antrean yang panjang, berantakan, dan tidak jelas, sabar dengan layanan yang kurang memuaskan. Oh, satu pengecualian, jangan sabar dengan orang yang memotong antrean ya. Tegur saja untuk mengingatkannya antre dengan benar. :)

Well, have a great Big Bad Wolf, dear bookworms! You have 280 hours to find books to adopted. Yes, BBW 2017 open for 24 hours from 21st April – 2nd May. Good luck!

April 21, 20170 comments