“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Seketika ada perasaan aneh ketika tidak sengaja membaca tulisan tersebut. Akhir-akhir ini, kebiasaan mengeluh saya kembali muncul. Begitu intensif. Bahkan saya merasa ter-intervensi oleh keluhan saya sendiri.

Setelah saya sadari, begitu jarang diri ini menyadari bahwa betapa banyak nikmat yang diberikan olehNya. Nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya.

“Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu.” (An-Nahl: 18)

Kurang bersyukur. Itulah salah satu dari sekian banyak sifat jelek yang saya miliki. Sungguh tidak pantas rasanya menghapus rasa syukur hanya karena suatu kegagalan. Mengeluh terhadap suatu masalah dan menutupi jutaan nikmat yang lain. Tidak pantas.

Dalam surat Ar-Rahman, kalimat ini disebut sebanyak 31 kali.
Sungguh, Allah Maha Pemurah. Hanya kita sering tidak menyadarinya.
Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban.

Ya.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

PS: Belajar bersyukur, Ma. Karena kamu tidak akan pernah tahu apa yang Allah rencanakan untuk hidupmu. #selftalk