Ia berdiri ketika kami baru saja duduk.
Bahkan makanan pun belum sempat merangkak ke meja kami.
Ia kembali berdiri ketika kami baru mulai makan.
Bahkan makanan pun belum sempat masuk ke dalam mulut kami.

Ia ada bersama kami, tapi aku tahu tidak dengan pikirannya.
Ia mendengar cerita kami, tapi aku tahu tidak dengan perhatiannya.

Aku muak dengan sikapmu yang seperti itu.
Bahkan bila kamu katakan itu demi aku, demi kami, aku muak.

Tidak bisakah kamu duduk dengan tenang?
Mari makan bersama sambil bercengkrama.
Bukan apa, aku rindu.

– 9 November 2014, 11.15 WITA
di depan meja makan, di sampingmu