Entah ada yang menyadari atau tidak. Blog ini berubah nama. Sebelumnya saya memilih judul blog Dreamer – If you can dream, you can do, sekarang nama blog ini menjadi A little pause – Sometimes you need to pause in order to move forward. Alasannya?

Sebenarnya tidak ada alasan khusus. Melakukan perubahan nama pada blog ini seperti memberi peringatan untuk diri sendiri. Bukan peringatan untuk berhenti bermimpi, bukan. Peringatan bahwa diri sendiri ini terkadang butuh “jeda” dan itu wajar.

Banyak yang terjadi di tahun 2019 ini. Mulai dari kabar bahagia hingga kabar buruk. Mulai dari pertemuan hingga perpisahan. I’ll talk about it later, one by one.

Beberapa minggu lalu Preschian tengah berbaik hati memperbaiki tampilan blog ini. Padahal sudah lama juga tidak menulis. Sempat terpikir untuk menutup blog ini. Selain karena sepertinya tidak ada juga yang membaca, saya merasa kurang disiplin untuk menulis di sini. Padahal ini masih tempat terbaik untuk memberikan jeda kepada diri sendiri dan merawat ingatan saya.

Akhirnya setelah berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tetap berusaha kembali menulis di sini. Ya setidaknya untuk diri saya sendiri.

Bicara soal memberi jeda untuk diri sendiri, sekitar satu bulan lalu saya memberi hal tersebut untuk diri saya. I give myself a break to watch concert. Terakhir nonton konser itu kayaknya waktu di Makassar. Nonton Barasuara dan fangirling mas Iga di barisan depan bersama Ayuni. I miss that moment so I re-create it.

Awalnya mau nonton sama Preschian, bahkan udah beli dua tiket untuk nonton bersama. Sayangnya dia bukan orang yang senang nonton konser dan memutuskan untuk tidak ikut. Akhirnya saya ajak Icha dan kejutannya Ficky teman SMA juga ikut nonton konser yang sama. Jadilah kami bertiga menonton bersama.

Konser ini merupakan rangkaian kegiatan dari Lokatara Music Festival. Kombinasi line-up yang bagus dan menyenangkan! Ada Pamungkas, Nadin, Hindia, dan Barasuara. Rasanya sudah lama tidak sesenang ini.

Lucunya tanpa disadari, saya sempat sedikit berkaca-kaca ketika Nadin tampil dan menyanyikan lagu Sorai. Sebelum menyanyi dia mendoakan kami semua. Pray for everyone who loses something and hope it will be replace by something better from God.

Dulu kalau dengar lagu yang ‘kena’ biasanya dikaitkan dengan perasaan untuk Preschian. Tapi sejak kehilangan kemarin, lagu tentang melepaskan, merelakan, atau apa pun terkait hal tersebut akan otomatis mengingatkan saya dengan kejadian lalu.

Well, I’m okay. Merelakan bukan berarti melupakan bukan? Saya selalu percaya Allah punya rencana terbaik untuk hamba-Nya.

Saya menulis ini di waktu menunggu Preschian yang masih di kantor. Iya, saya kembali memberi jeda untuk diri saya sendiri. Truth is, I’m generally happiest when it’s just me. Rasanya menyenangkan duduk sendiri di kafe sambil menjernihkan pikiran dan perasaan. Berbicara dengan diri sendiri dan memberikannya waktu. Sesekali memperhatikan orang lain yang asik bergurau dengan orang di sampingnya atau seremeh memperhatikan bunga plastik di meja.

Rasanya ada banyak hal yang ingin saya lakukan saat ini. Menyelesaikan buku yang belum selesai saya baca, latihan menulis lagi, nonton film, ke kafe yang belum saya datangi, dan tentu nonton konser lagi. Semoga bisa saya lakukan satu per satu, ditemani Preschian atau sendiri pun tak masalah.

Dan ternyata kafe tempat saya menunggu Preschian tutup lebih cepat dari yang saya kira. Saya pun akan menutup tulisan pertama setelah sekian lama tidak menulis di blog ini. Sampai jumpa lagi bagi siapa pun yang masih membaca blog ini!