Selamat pagi. Alhamdulillah hari ini saya bisa melawan rasa malas untuk menulis. Terima kasih kepada orang-orang di sekitar yang membuat saya tersenyum masam saat membahas soal tulisan. Mulai dari Icha, Iin, dan Ayuni yang membahas soal 5 Days Blog Challenge, serta kak Madi yang menyarankan untuk kembali menulis agar tidak kosbang (re: kosong banget).

Hampir enam bulan lamanya medium curahan hati saya kosong. Padahal dalam enam bulan ini banyak hal yang terjadi kepada saya. Beberapa cukup menganggu pikiran, beberapa lagi cukup melelahkan. Namun tidak sedikit juga yang menyenangkan. Dan selama enam bulan ini, si Ima-kecil-yang-tidak-bisa-diam, semakin tidak bisa diam.

Jadi sejak Maret lalu, saya yang cukup tidak telaten ini dipercaya menjadi sekretaris umum Korps Mahasiswa Ilmu Komunukasi (Kosmik). Sampai hari ini pun saya masih suka pusing sendiri soal surat-surat dan berbagai hal lainnya. Awalnya sempat takut dan cukup tidak percaya diri dalam mengemban amanah ini. Tapi seorang kakak kemudian mengingatkan bahwa amanah ini adalah tanggung jawab, bukan beban. “Rasa takut adalah penindasan terhadap diri sendiri. Buatlah tanggung jawab yang diberikan ini menjadi sebuah ungkapan terima kasih untuk berbagai hal yang telah diberikan oleh Kosmik.”

Dan begitulah, saya bersama teman-teman lainnya kembali berjuang dan belajar menjadi manusia di atas bahterah Kosmik yang tengah berlayar ke pelabuhan selanjutnya.

Ah, beberapa bulan lalu saya sudah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebuah mata kuliah yang sebelum dijalani hanya saya anggap sebagai beban 4 SKS agar bisa sarjana. Dan ya, saya salah. KKN bukan hanya sebuah mata kuliah, namun sebuah ruang untuk merasa tidak cukup sebagai manusia, untuk terus belajar menjadi manusia.

Sejak resmi menjadi mahasiswa beberapa tahun lalu, tridharma perguruan tinggi bukanlah hal yang asing di telinga setiap mahasiswa, termasuk saya. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi sesuatu yang harus dipegang teguh dalam mengemban tugas sebagai mahasiswa. Pada dasarnya unsur pendidikan atau nilai-nilai akademis memang tidak boleh terpisah dengan nilai-nilai pengabdian bukan?

Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk melaksanakan KKN di kota pendidikan, Yogyakarta. KKN ini merupakan KKN tematik kerja sama antara Unhas dan UGM. Setibanya di Jogja, saya dan dua puluh mahasiswa Unhas lainnya dibagi menjadi dua kelompok besar untuk ditempatkan di lokasi yang berbeda. Di lokasi KKN nantinya mahasiswa Unhas akan berkerja sama dengan mahasiswa UGM dalam melaksanakan berbagai program KKN.

Setelah kelompok dibagi, saya dan sembilan mahasiswa Unhas dari berbagai jurusan mendapat lokasi KKN di Kecamatan Sanden, Kelurahan Gading Sari, Kabupaten Bantul. Awalnya semua terasa canggung, tidak hanya dengan anak UGM, bahkan dengan warga sekitar pun rasa canggung begitu terlihat. Namun lama kelamaan, semua itu hilang dan berganti dengan rasa kekeluargaan yang semakin terasa.

Warga di Gading Sari benar-benar ramah. Senyum dan sapa tidak pernah lupa mereka bagi kepada setiap orang. Para pemuda di desa ini juga hebat. Jangan pernah bilang semua anak muda apatis bila belum bertemu pemuda Gading Sari. Mereka sangat aktif dengan membuat berbagai kegiatan untuk desa mereka. Sempat malu bila membandingkan diri ini yang masih suka tidak peduli dengan orang-orang dan lingkungan sekitar.

KKN selama satu bulan lebih ini cukup menyadarkan saya bahwa saya masih harus banyak belajar. Bukannya mengabdi, saya merasa justru lebih banyak belajar dari mereka semua. Kesederhanaan dan keramahan mereka membuat saya tidak punya alasan untuk mengeluh dengan hidup ini.

Sampai hari ini saya sangat merindukan suasana di Gading Sari. Bangun pagi dengan udara sejuk dan embun yang penuh, pergi ke pantai menggunakan sepeda, dan belajar di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) bersama adik-adik Gading Sari. Saya juga merindukan teman-teman UGM yang penuh semangat, serta Mas Gundul, Mas Yuni, Pade’ dan Bude’ yang sangat perhatian. Saya rindu semuanya. Semoga mereka semua selalu bahagia dan selalu dalam rahmat-Mu, Amin.

Ah, rasanya pagi ini begitu menyenangkan. Kembali menulis dan memberi tahu diri sendiri bahwa hingga hari ini masih belum tau apa pun. Selamat (terus) belajar, Ima. Jangan lupa untuk selalu bersyukur ya. Bahagia selalu.